http://jurnal.akper-whs.ac.id/index.php/mak/issue/feedJurnal Manajemen Asuhan Keperawatan2022-07-20T06:45:08+00:00Irawan Wibisonoirawan.wibisono@uwhs.ac.idOpen Journal Systems<p>Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan disingkat JMA adalah jurnal yang mempublikasikan hasil-hasil, ulasan ilmiah dan informasi lain dibidang ilmu pengetahuan, teknologi dan seni (IPTekS) Keperawatan. Terbit dua kali dalam setahun (januari dan juli) redaksi berhak melakukan penyuntingan perbaikan dan koreksi sepanjang tidak merubah isi dan maksut dari tulisan. Naskah yang tidak diterbitkan tidak dikembalikan kepada penulis/pengirim kecuali atas permintaan dari pengirim dengan disertai perangko.</p>http://jurnal.akper-whs.ac.id/index.php/mak/article/view/124Jalan Kaki Terstruktur Sebagai Alternatif Intervensi Dalam Menurunkan Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi2022-02-28T01:17:50+00:00Nova Nurwinda Sarinova_sari@umitra.ac.idRetno Wulandarinova_sari@umitra.ac.id<p>Tekanan darah tinggi merupakan kondisi keadaan kronis yang ditandai dengan meningkatnya tekanan darah pada dinding pembuluh darah arteri. Keadaan ini mengakibatkan jantung bekerja lebih keras untuk mengedarkan darah keseluruh tubuh melalui pembuluh darah. Berdasarkan data Provinsi Lampung, khususnya dilampung selatan, Kecamatan Natar terjadi peningkatan kasus hipertensi terutama pada lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah jalan kaki terstruktur berpengaruh terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi. Jenis penelitian kuantitatif, metode<em> quasy experimen,</em> pendekatan <em>one group pretest posttes design</em>. Tekhnik pengambilan sampel menggunakan <em>purposive sampling</em> dengan jumlah sample sebanyak 14 responden. Uji analisis menggunakan uji T. Hasil Penelitian didapatkan <em>p-value</em> 0,001 (<em>p-value</em> < 0,05) yang artinya ada perbedaan tekanan darah sebelum dan sesudah responden melakukan jalan kaki. Sebaiknya aktivitas jalan kaki terstruktur dilakukan pada penderita hipertensi sebagai salah satu terapi <em>non farmakologi</em> dalam menstabilkan tekanan darah.</p> <p> </p> <p>Kata kunci : Hipertensi, Jalan Kaki Terstruktur</p>2022-02-24T01:31:39+00:00##submission.copyrightStatement##http://jurnal.akper-whs.ac.id/index.php/mak/article/view/125Penerapan Relaksasi Nafas Dalam Untuk Menurunkan Ansietas Pada Ibu Hamil Trimester III Dimasa Pandemi COVID-192022-02-28T01:21:34+00:00Anggi Novita Dwi Yuliyatinovitaanggi620@gmail.comHeny prasetyoriniHenybundagavin@gmail.com<p>Pregnancy is a time of joy and anticipation. However, it can become anxiety and become a concern. Common problems experienced by women during pregnancy are anxiety and stress. Third trimester of pregnancy is the period of the last three months or the last third of the gestation period. The third trimester is the gestation period from the seventh to the ninth month (28-40 weeks). The gestation period starts from conception to the birth of the fetus. Normal length of pregnancy is 280 days (40 weeks or 9 months 7 days) calculated from the first day of the last menstruation. Anxiety (anxiety/anxiety) is a natural feeling disorder characterized by feelings of fear or worry that are deep and ongoing, do not experience disturbances in assessing reality, personality is still intact (no splitting of personality), behavior can be disrupted but is still in progress. normal limits. One of the management actions to reduce anxiety is deep breathing relaxation therapy. The purpose of this case study is to reduce anxiety in third trimester pregnant women during the COVID-19 pandemic. The case study method is in the form of a one grub pretest posttest design. The subjects of this study were 2 patients with third trimester pregnant women. The results of the study showed that there was a change in the level of anxiety from mild anxiety to no anxiety after being given the Deep Breathing Relaxation intervention for 3 days so it is hoped that the patient and the patient's family can take Deep Breathing Relaxation to reduce anxiety levels in third trimester pregnant women.</p> <p> </p>2022-02-27T23:22:57+00:00##submission.copyrightStatement##http://jurnal.akper-whs.ac.id/index.php/mak/article/view/126Penerapan Pola Diet Dash Terhadap Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Desa Kalikangkung Semarang2022-02-28T01:26:17+00:00Mauluda Fitriyanamauludapipit08@gmail.comMaulidta Karunianingtyas Wirawatimaulidtakw@gmail.com<p><strong><em>Latar Belakang</em></strong><em>: Hipertensi masih menjadi masalah kesehatan yang cukup besar untuk diatasi. WHO menyebutkan bahwa penyakit hipertensi sudah menyerang 22% dari penduduk di dunia. Sedangkan angka hipertensi di Jawa Tengah sendiri mencapai angka 36,53% atau sebanyak 8.888.585. </em><em>Manajemen hipertensi dapat dilakukan salah satunya dengan cara non farmakologi. Salah satu cara untuk mengatur pola makan bagi penderita hipertensi adalah dengan menerapkan metode diet DASH (Dietary Approach to Stop Hypertension) sebab selama ini yang dilakukan hanya dengan pengaturan garam dan natriumnya saja (diet rendah garam).</em></p> <p><em> </em></p> <p><strong><em>Metode Penelitian</em></strong><em>: Jenis metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif yang menggunakan pendekatan asuhan keperawatan. Subjek pada penelitian yaitu dua warga di Desa Kalikangkung Semarang yang sudah menderita penyakit hipertensi sejak 2-3 tahun yang lalu dan menjalani pengobatan terkontrol yaitu dengan mengkonsumsi obat amplodipin 10 mg yang diminum satu kali dalam sehari. Instrumen yang digunakan adalah panduan menu harian, lembar observasi, serta standar prosedur terapi pemberian diet DASH. Penelitian dilakukan pada tanggal 1-5 Juni 2021. Pola makan diet DASH ini diberikan 3x dalam sehari, yaitu menu makan pagi, menu makan siang, dan menu makan malam.</em></p> <p><em> </em></p> <p><strong><em>Hasil</em></strong><em>: Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tekanan darah serta beberapa perubahan lainnya. Pada subjek I terjadi penurunan tekanan darah dari 156/100 mmHg menjadi 140/95 mmHg, sementara pada subjek II juga terjadi penurunan tekanan darah dari 155/100 mmHg menjadi 140/90 mmHg. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian terapi pola makan diet DASH dapat menurunkan tekanan darah pada penderi hipertensi.</em></p> <p><em> </em></p> <p><strong><em>Kesimpulan</em></strong><em>: Ada pengaruh terapi pola diet DASH untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.</em></p> <p> </p> <p><strong><em>Kata kunci</em></strong><em>: Hipertensi, Tekanan Darah, Diet DASH.</em></p>2022-02-28T00:14:25+00:00##submission.copyrightStatement##http://jurnal.akper-whs.ac.id/index.php/mak/article/view/127Pemberian Progressive Muscle Relaxation terhadap stres dan penurunan gula darah pada pasien diabetes mellitus tipe 22022-02-28T01:29:56+00:00Hirza Ainin Nurhirza.aini23@gmail.comSepti Anggrainiseptianggraini225@gmail.com<p>Diabetes mellitus tipe 2 merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia akibat dari penurunan sekresi hormon insulin oleh sel beta yang berada didalam pankreas dan akibat gangguan fungsi insulin. Salah satu faktor risiko penyebab diabetes melitus tipe 2 adalah stres. Stres merupakan suatu respon fisik dan psikologis terhadap tekanan atau stresor dan menjadi faktor risiko yang dapat mempengaruhi kondisi kesehatan seseorang. Penatalaksanaan farmakologis dapat diberikan suntikan insulin atau bahkan kombinasi suntikan insulin dan tablet. Penatalaksanaan non famakologis yang dapat dilakukan yaitu melalui <em>progressive muscle relaxation </em>(PMR). PMR merupakan suatu metode relaksasi yang paling sederhana dan mudah dipelajari dengan menegangkan dan merilekskan otot-otot tubuh. Tujuan studi kasus ini adalah untuk menggambarkan tindakan pemberian PMR terhadap stres dan penurunan gula darah pada pasien diabetes mellitus 2. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan pada pasien DM tipe 2. Responden yang digunakan sejumlah 2 orang pasien DM tipe 2. Intervensi PMR dilakukan selama 3 hari dengan durasi 20 – 30 menit pada pagi dan sore hari. Pengukuran kadar gula darah dan stres dilakukan sebelum dan setelah tindakan PMR. Simpulan PMR dapat menurukan kadar gula darah dan tingkat stres pasien DM Tipe 2.</p>2022-02-28T01:12:09+00:00##submission.copyrightStatement##http://jurnal.akper-whs.ac.id/index.php/mak/article/view/129Penerapan Terapi Guided Imagery pada Pasien Dengan Kanker Payudara Dengan Nyeri Sedang2022-03-17T07:18:40+00:00Alfi Mileniaalfimilenia0420@gmail.comDwi Retnaningsihdwiretnaningsih81@yahoo.co.id<p>Kanker payudara adalah adalah tumor ganas yang menyerang jaringan payudara yang terdiri atas kelenjar susu (pembuat air susu), saluran air susu dan jaringan penunjang payudara. Kanker payudara dapat menyerang seluruh jaringan yang ada pada payudara. Pada penderita kanker payudara biasanya timbul efek nyeri pada daerah payudara. Pada pasien kanker biasanya mengalami nyeri. Nyeri merupakan salah satu keluhan yang paling banyak bahkan paling sering dialami oleh pasien. Salah satu tindakan penatalaksanaan untuk menurunkan nyeri yaitu dengan terapi guided imagery. Tujuan dari studi kasus ini yaitu untuk mengetahui efektifitas terapi guided imagery terhadap tingkat nyeri pada pasien kanker payudara. Metode studi kasus yang digunakan yaitu pendekatan asuhan keperawatan pada pasien kanker payudara dengan nyeri dan diberikan penerapan terapi guided imagery. Jumlah partisipan dalam studi kasus ini sebanyak 2 partisipan dengan kriteria inklusi pasien kanker payudara yang bersedia menjadi responden, pasien kanker payudara yang mengalami nyeri dengan skala 6-9 dan pasien kanker payudara yang menjalani tindakan mastektomi. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa sebelum diberikan intervensi tingkat nyeri partisipan I yaitu 7 dan partisipan II skala nyeri 6, kemudian sesudah diberikan intervensi tingkat nyeri partisipas I turun menjadi 5 dan partisipan II tingkat nyeri menjadi 4. Kesimpulan yang didapat dari kedua responden bahwa penerapan terapi guided imagery mampu menurunkan tingkat nyeri pada pasien kanker payudara.</p>2022-02-24T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##http://jurnal.akper-whs.ac.id/index.php/mak/article/view/136Pemeriksaan Refraksi Subjektif Pada Penderita Presbiopia Dengan Status Refraksi Hipermetropia Di Optik Pandanaran Semarang2022-07-20T06:45:08+00:00Mochammad KholilM.kholil.cr7@gmail.com<p>Gangguan penglihatan jauh dan dekat dapat terjadi oleh karena beberapa macam sebab, antara lain karena presbiopia yang berkorelasi dengan Hipermetropia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana prosedur pemeriksaan refraksi subjektif pada penderita presbiopia dengan kelainan refraksi hipermetropia yang benar. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode deskriptif melalui pendekatan studi kasus. Populasi dalam penelitian ini adalah kegiatan pemeriksaan refraksi subjektif yang tercatat dari rentang waktu 1 Desember 2021 s.d. 31 Januari 2022 di Optik Pandanaran Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 369 pasien yang mengalami gangguan penglihatan di Optik Pandanaran adalah emmetropia 0%, miopia 46,7%, hipermetropia 13,8%, dan astigmatismus 25,7%. Dari jumlah tersebut diketahui 52% berusia <40 tahun dan 48% berusia ≥40 tahun. Berdasarkan jenis kelamin diketahui 46,7% berjenis kelamin laki - laki dan 53,3% berjenis kelamin perempuan. Simpulan Penetapan ukuran kacamata untuk penglihatan jauh bagi penderita Presbiopia dengan status refraksi Hipermetropia di Optik Pandanaran Semarang berlandaskan hasil koreksi visus binokuler terbaiknya.</p>2022-02-24T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##